


Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana untuk Siswa Sekolah
Bangun Generasi Tangguh melalui Edukasi dan Simulasi Bencana
Sekolah Aman dimulai dari Pelajar yang Siaga.
Ragom Muda Indonesia menghadirkan program Materi dan Simulasi Kesiapsiagaan Bencana sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan budaya keselamatan di lingkungan sekolah. Program ini dirancang untuk mendukung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) maupun kegiatan edukasi sepanjang tahun ajaran.
Melalui pendekatan interaktif, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai kebencanaan, tetapi juga berlatih mengambil keputusan dan melakukan penyelamatan diri saat menghadapi situasi darurat.
Metode Pembelajaran

Presentasi
Selama 30 menit, pemateri akan memaparkan dasar-dasar kebencanaan: jenis bencana, mitigasi bencana, hingga penanganan bencana.

Simulasi
Setelah mendapatkan pemaparan, selama 60 menit berikutnya, pemateri dan fasilitator akan mengajak para peserta untuk melakukan simulasi apabila terjadi bencana di lingkungannya.
Materi Pelatihan

Pengenalan Kebencanaan
Pengertian bencana
Jenis-jenis bencana di Indonesia
Dampak bencana terhadap masyarakat

Kesiapsiagaan dan Mitigasi
Pentingnya kesiapsiagaan
Mitigasi risiko di lingkungan sekolah
Peran pelajar dalam menghadapi keadaan darurat

Simulasi Tanggap Bencana
Teknik penyelamatan diri
Jalur dan titik kumpul evakuasi
Simulasi evakuasi bersama
Mengapa Program Ini Penting?
Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat risiko bencana yang tinggi. Oleh karena itu, setiap warga sekolah perlu memahami langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan sejak dini.
Program ini membantu sekolah untuk:
– Meningkatkan kesadaran siswa terhadap potensi bencana.
– Mengenalkan prosedur keselamatan dan evakuasi.
– Melatih respons cepat dalam situasi darurat.
– Menumbuhkan budaya Sekolah Aman dan Siaga Bencana.
– Mendukung implementasi MPLS Ramah sesuai kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Fasilitas yang Diperoleh Sekolah
1. Materi presentasi
2. Narasumber profesional
3. Simulasi kesiapsiagaan bencana
4. Dokumentasi kegiatan*
5. Sertifikat*
6. Konsultasi pelaksanaan kegiatan
*) Menyesuaikan kebutuhan kerja sama.

Dokumentasi Pelaksanaan Kegiatan










